Friday Sep 10

APBI : GUBERNUR PERLU LINDUNGI KONTRAKTOR LOKAL

Radio DMWS –Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta melindungi kontraktor lokal ancaman kontraktor asing. Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Perawatan Bangunan Indonesia (APBI) Syahrial Pohan.

Permintaan ini disampaikan Pohan  berkaitan dengan adanya sejumlah proyek besar yang akan dibangun di daerah itu, seperti Western Best yang akan membangun hotel bintang empat bertaraf internasional di Kupang.

"Saya dengar sudah mulai ada kontraktor asing yang masuk ke NTT untuk menangani proyek besar. Maka itu saya minta agar gubernur bisa melindungi kontraktor lokal dari kontraktor asing," kata Pohan saat Musyawarah Daerah (Musda) DPD APBI NTT, Kamis (22/07/10) di KupanG.

Menghadapi serbuan kontraktor asing, Pohan mengingatkan para kontraktor lokal untuk menyiapkan diri menghadapi perubahan peraturan dibidang  jasa konstruksi ditengah  pengaruh arus globalisasi yang membuka akses  kontraktor asing masuk ke Indonesia.

“Contohnya Cina yang tengah membangun kilang minyak di Jawa, telah membawa tenaga buruh murah dari negerinya, mulai dari tukang gali tanah sampai top manajer. Ini ancaman nyata bagi kontraktor lokal perlu kita pikirkan bersama,”ujarnya.

Menanggapi permintaan  Ketua Umum DPP  APBI,   Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meminta para anggota APBI lebih bijaksana menyikapi berbagai perubahan, baik yang berkaitan peraturan jasa konstruksi maupun ancaman dari kontraktor asing.

"Kontraktor jangan hanya sibuk mengikuti tender proyek pemerintah dan menyampaikan sanggahan ketika kalah dalam tender,"tegasnya.

Menurut Gubernur salah satu cara  menghadapi ancaman itu, dengan meningkatkan kemampuan, membangun organisasi lebih solid agar bersama-sama menghadapi perubahan dan serbuan kontraktor asing. (Oscar)